Senin, 15 Juli 2019

Tutorial Install Arch Linux Full UEFI Mode

Yo, Kali ini w mau dokumentasi pribadi gimana cara install Arch Linux, ini berdasarkan pengalaman W yak.Ok Kasih Thumbnail dulu wait
Daftar Link:  
  1. Proses Installasi 
  2. Pemartisian
  3. Masuk Arch Dengan CHROOT Mode 
  4. Membuat User
  5. Install Grub 
  6. Installasi Environtment Packet
  7. Paket Optional
  8. Paket Wajib Untuk Penulis

Lanjut.
Kita asumsikan semua sudah mendownload Arch .ISo dan sudah diburning atau dijadikan bootable. Saat artikel ini dibuat, penulis menggunakan Iso Arch 2019.06.01 dan dijadikan bootable dengan menggunakan Rufus. Untuk kalian yg belum download silahkan download di link berikut.
Lanjut setelah itu booting dan kita asumsikan kita sudah masuk Arch Bootable.
pertama kita konekan pc kita dengan internet, konek dengan perintah

#wifi-menu

Lakukan ping untuk test koneksi

#ping tylexit.com 

setelah itu kita update NTP (Network Time Protokol) dan ubah Time Zone sesuai zona waktu kita.

#timedatectl set-timezone Asia/Jakarta
#timedatectl set-ntp true 
#timedatectl status 
  
Jika benar maka seharusnya statusnya Active. 
Kita asumsikan pada tahap ini partisi sudah dibagi, kita bisa menggunakan cgdisk atau cfdisk. Berikut adalah pembagian partisi saya

/dev/sda1    150G Filesystem (root)
/dev/sda2    300G Linux home
/dev/sda3      7G Linux swap
/dev/sda4    8.8G EFI System


Formating Partisi
selanjutnya kita akan format partisi yang telah kita buat sesuai dengan type filesystem di Linux. Disini contoh pemformatan sesuai dengan pembagian partisi di atas!

#mkfs.ext4 /dev/sda1 -L "NearRoot"
#mkfs.ext4 /dev/sda2 -L "NearHome"
#mkswap /dev/sda3
#mkfs.fat -F 32 /dev/sda4

Note
-L : Label (Untuk memberi label pada partisi)
-F : Fat32 (Untuk memformat ke file system fat32)

Mounting Partisi Pada Drive Asli
Berikutnya kita mounting partisi yg kita buat pada drive atau hardisk sebenarnya.

#mkdir /mnt/{boot,home}
#mkdir /mnt/boot/efi
#mount /dev/sda2 /mnt/home
#swapon /dev/sda3
#mount /dev/sda4 /mnt/boot/efi
#mount /dev/sda1 /mnt

Install System Pada Drive
Next, kita install system pada drive dengan pacstrap.

#pacman -Syy
#pacstrap /mnt base base-devel grub-efi-x86_64 efibootmgr
ntfs-3g bash-completion os-prober


Note
-grub-efi-x86_64: Untuk memasang bootloader
-efibootmgr: Untuk memasng bootloader UEFI
-ntfs-3g: Untuk membaca filesystem selain linux (Windows)
-bash-completion: Untuk memaksimal fungsi bash
-os-probe : Untuk mendeteksi partisi boot
 
Tunggu hingga selesai proses pemasangan system, proses ini cukup memakan waktu tergantung koneksi internet kita, karena proses ini mengunduh paket-paket yg diperlukan untuk instalasi System pada drive kita.
Setelah semua selesai langkah berikutnya adalah mounting partisi secara permanen dengan fstab.

#genfstab -U /mnt >> /mnt/etc/fstab

Untuk memeriksa fstab telah benar bisa kita cek di /mnt/etc/fstab.
Yap, sampai tahap ini sebenarnya Arch sudah terinstall, namun ketika kita reboot kita tidak akan dapat masuk ke OS dikarenakan belum terinstall grub dan paket-paket pendukung lainnya. 
Sekarang kita akan coba berali dari bootable ke Arch linux yg telah terinstall, dengan menggunakan chroot.
Kita masuk ke mode chroot untuk install paket-paket pendukung lainnya.

#arch-chroot /mnt 

Selanjutnya kita atur juga bahasa untuk sistem operasi kita.

#nano /etc/locale.gen

Kemudian cari dan hilangkan tanda pagar [#] didepan konfig berikut.

en_US.UTF-8 UTF-8
id_ID.UTF-8 UTF-8


Simpan dan keluar.
Perhatikan perintah berikut.

LC_COLLATE=C
LANG=en_US.UTF-8
LC_TIME=id_ID.UTF-8


Tambahkan pada /etc/locale.conf
Simpan dan keluar, kemudian jalankan perintah 

#locale-gen

Enter.
Next, kita buat user untuk Arch Linux kita dan tambahkan pada grup sudo.

#groupadd sudo
#useradd -m -g users -G sudo,power,storage your-username


Kita atur file sudoers agar memberikan akses ALL atau full akses alias sama seperti Root gitu.

#nano /etc/sudoers

cari dan hilangkan tanda pagar di perintah berikut

%sudo ALL=(ALL)

Simpan dan keluar.
Kemudian memberikan password pada user kita, termasuk memberi password root juga

#passwd root
#passwd your-username
Next, kita install grub, jalankan perinta dibawah

#grub-install /dev/sda
#os-prober
#grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg

 

Note.
-/dev/sdx: Sesuaikan dengan partisi boot anda 
Berikutnya install XORG dan beberapa network tools agar Linux kita bisa menjalankan mode desktop.

#pacman -S xorg xorg-server xorg-xinit mesa dialog wpa_supplicant networkmanager network-manager-applet net-tools

Install juga Greeter Session untuk lockscreen dan sebagainya.

#pacman -S lightdm light-locker
#pacman -S lightdm-gtk-greeter lightdm-gtk-greeter-settings

 

Kemudian setting konfigurasi greeter tersebut ada di /etc/lightdm/lightdm.conf

Dan edit seperti berikut

greeter-session = lightdm-gtk-greeter

Dan setting agar lightdm selalu aktif setiap kali PC dimatikan atau dihidupkan kembali.

#systemctl enable lightdm.service
  • Instalasi Desktop Environment
Untuk saya pribadi saya menggunakan MATE Desktop, karena menurut saya cukup ringan dan lebih familiar wkwkw. Brikut cara installnya, ketikan perintah ini

#pacman -S mate mate-extra mate-menu mate-applet-dock mate-power-manager mate-media
Optional Tools
#pacman -S git wget htop mlocate gparted blueman


General Font
#pacman -S ttf-dejavu ttf-droid ttf-roboto
 

Archive Tools
#pacman -S unrar unzip xarchiver ark archivetools

Editor#pacman -S gedit leafpad
Network Tools
#pacman -S aircrack-ng openssh openvpn ufw
 

Audio Tools
#pacman -S ffmpeg alsa-firmware alsa-plugins alsa-utils pulseaudio-alsa pulseaudio pulseaudio-equalizer paprefs pavucontrol pamixer
 

Browser
#pacman -S firefox

List:
aktifkan NetworkManager (Systemctl enable NetworkManager)
Thema: adapta-nokto 

Icon : papirus
Border window: splint

Install:
xtrlock
brisk-manu
( gantinya mate menu)
mypaint (untuk screenshoot)
mlocate
vnc
teamviewer
yay
(harus di chmod +x dulu)
anydesk
virtualbox
vscode
gvfs-smb
(smb client)
flameshot (screenshot) 

gvfs-mtp (untuk mtp)
virtualbox-host-modules-arch (VirtualBox untuk modul arch)
cups gutenprint cups-pdf gtk3-print-backends system-config-printer


Ok silahkan reboot dan lepaskan flashdisk atau bootable instalasinya. Jika semuanya benar, seharusnya Arch Linux sudah berhasil di install 

Thx, 
Semoga bermanfaat..
Share this article on :

0 komentar:

Posting Komentar