Sabtu, 25 Juli 2020

Konfigurasi Network Bonding di Centos 7 #7

Hallo gaes..
Dalam study kasus pada postingan kali ini adalah:
Seorang Network Administrator ingin agar servernya memiliki backup kabel dan kecepatan bandwidth ingin setara dengan dua kabel. Pada contoh disini server mempunyai 4 unit NIC dan ingin dipasang 2 kabel jaringan, dimana ketika kedua kabel tersebut dipasang hanya akan terbaca satu NIC atau biasa di sebut Bonding Network, yang mana kecepatan upload dan download (bandwidth) setara dengan dua kabel dan ketika salah satu kabel mati jaringan akan tetap berfungsi normal walaupun mengalami kurangnya sedikit kecepatan karena kembali memakai satu kabel.
Keterangan di atas saya rangkum berdasarkan apa yang telah saya riset, untuk kepastiannya mungkin teman-teman bisa berkunjung ke web lain dengan artikel yang lebih valid.

Ok, namun sebelum kita ke langkah konfigurasi, ada baiknya kita mengerti tentang Bonding Network dan perbedaan dari tiap-tiap Tipenya.

Tipe Network Bonding
  • Mode 0 (Round-Robin)
    Paket jaringan mentransmisikan secara berurutan dari slave Network Interface (NIC) pertama yang tersedia menuju yang terakhir. Dengan cara ini setiap Ethernet Card digunakan untuk mengirim dan menerima paket jaringan. Jadi mode ini memiliki fitur load balancing dan toleransi kesalahan
     
  • Mode 1 (Active-Backup)
    Dalam hal ini hanya satu Ethernet Card dalam bond yang aktif. Ethernet Card slave lainnya hanya menjadi aktif hanya ketika slave yang aktif gagal. Alamat MAC Interface berikat logis tunggal terlihat secara eksternal pada hanya satu NIC (port) untuk menghindari distorsi dalam switch jaringan. Mode ini memberikan Fault Tolerance.  
  • Mode 2 (Balance-XOR)
    Mengirimkan berdasarkan [(sumber alamat MAC XOR dengan alamat MAC tujuan)modulo jumlah slave]. Ini memilih slave yang sama untuk setiap alamat MAC tujuan. Mode ini memberikan Load Balancing dan Fault Tolerance. 
  • Mode 3 (Broadcast)
    Paket jaringan ini mentransmisikan semua Slave Network Interface. Mode ini menyediakan fitur Fault Tolerance. 
  • Mode 4 (IEEE 802.3ad Dynamic Link Aggregation[802.3ad,LACP])
    IEEE 802.3ad Dynamic Link Aggregation. Membuat grup agregasi yang berbagi kecepatan dan pengaturan duplex yang sama. Memanfaatkan semua Slave dalam agregator aktif sesuai dengan spesifikasi 802.3ad. 
  • Mode 5 Adaptive transmit load balancing (TLB)
    Mode ini tidak memerlukan dukungan switch jaringan khusus.
    Lalu lintas paket jaringan keluar didistribusikan sesuai dengan beban saat ini di setiap interface slave. Lalu lintas masuk diterima oleh satu interface jaringan slave yang saat ini ditunjuk. Jika menerima slave gagal, slave lain mengambil alih alamat MAC dari slave yang gagal.
  • Mode 6 Adaptive Load Balancing (ALB)
    Tidak seperti Agregasi Tautan Dinamis, Penyeimbangan Beban Adaptif tidak memerlukan konfigurasi sakelar tertentu. Penyeimbangan Beban Adaptif hanya didukung di lingkungan x86. Paket penerima adalah beban seimbang melalui negosiasi ARP.
Kira-kira seperti diatas penjelasanya, lanjut ke tutorialnya saja ya gan.

Untuk tutorial disini kita akan menggunakan mode 0 atau Round-Robin, dimana menggunakan 2 Port fisik (Ethernet) namun hanya memiliki 1 IP, sehinggak ketika salah satu jalur putus, Server tetap bisa di akses.

Login ke server, bisa mengunakan SSH, Telnet, VNC, Virtual Console atau langsung terserah, lalu gunakan NMTUI untuk mempermudah konfigurasi
 
Lalu pilih bagian Edit
 
Klik Add, lihat gambar di atas
Setalah itu akan muncul berikut

Pilih Bond karena kita akan melakukan Network Bonding
Lalu tampil sesuai gambar berikut

Pada bagian ini kita bisa mengubah Profile Name dan Device Name atau perangkatnya sesuaikan sendiri, sekedar saran buat nama yang mudah di ingat saja misalnya Net-Bonding untuk profil dan Bond0 untuk device.
Selanjutnya Add ethernet fisik yang akan dijadikan untuk Bonding
 
Perhatikan gambar diatas.
Lalu isikan untuk Profile Name (sesuaikan) lalu masukan nama Device yang ingin di bonding pastikan namanya benar, untuk mengecek bisa menggunakan ifconfig. Admin isi dua device yaitu em1 dan em2.

Jika benar maka Mac dari device bisa terdeteksi, untuk mengeceknya silahkan klik edit, cek gambar dibawah
 
Selanjutnya pilih mode, lalu pilih configuration, admin menggunakan static jadi pilih manual jika kalian pake DHCP silakan sesuaikan dan pastikan menceklist pada bagian Require IPV4 (...), lalu klik OK
Perhatikan gambar berikut.
 
Jika sudah maka nanti akan ada device baru yaitu Bond0 dengan Profile Name Net-Bonding sesuai yang telah kita setting sebelumnya.
 
Jika semua sudah maka selanjutnya tinggal restart network
    #systemctl restart network
Lalau untuk pengecekan bisa dengan melakukan ping dan melepas salah satu kabel fisik atau disable salah satu port yang terdaftar pada Network Bonding, seharusnya akan tetap konek.
 
Ok, cukup  sekian, semoga bermanfaat dan selamat mencoba. 

Konfigurasi DNS Server di Centos 7 #6

Hallo friend...
Apa kabar, sudah lama w gak posting hehe
Kali ini w mau posting "Konfigurasi DNS Server di Centos 7".
Langsung saja ke tutorial yah,
Pertama kali sebelum mulai adalah mensetting DNS severs kita dengan alamat IP server milik kita, disini IP saya adalah 192.168.43.5/24
Setelah tersetting jangan lupa untuk restart service networknya. Next, selanjutnya adalah menginstall paket untuk dns server yaitu bind dan bind-utils.
    #yum install bind bind-utils -y

Tunggu prosesnya sampai selesai, next kita backup terlebih dahulu file konfigurasinya, agar jika terjadi error kita bisa merestorenya kembali, ketikan perintah berikut.

    #cp /etc/named.conf named.conf.backup

Pastikan sudah terbackup, selanjutnya kita bisa modifikasi file konfigurasinya dengan perintah berikut.

    #nano /etc/named.conf

lalu ubah dan tambahkan baris berikut
    listen-on port 53 { 127.0.0.1; 192.168.43.5;};
    allow-query {localhost; 192.168.43.5; any;};
    allow-query-cache {localhost; 192.168.43.5; any;};
lalu pada bagian bawah, pada bagian zone tambahkan script berikut:
    zone "tileksit.com" {
        type master;
        file "/etc/named/forward_zone";
    };

    zone "43.168.192.in-addr.arpa" IN {
        type master;
        file "/etc/named/reverse_zone";
    };
Simpan dan keluar.
Selanjutnya kita buat file forward_zone dan reverse_zone. Pertama kita buat dulu file forward_zone.
    #nano /etc/named/forward_zone

Lalu isikan filenya denagn syntax berikut
$TTL    86400
@   IN  SOA     tileksit.com. root.tileksit.com. (
                2018092501  ;Serial
                3600            ;Refresh
                1800            ;Retry
                604800          ;Expire
                86400           ;Minimum TTL
)

@   IN  NS  ns1.tileksit.com.
@   IN  A   192.168.43.5
ns1     IN  A   192.168.43.5
www     IN  CNAME   tileksit.com.
blog    IN  A   192.168.43.5

Simpan dan keluar.
Lanjut ke buat file reverse_zone ketikan perintah berikut.
    #nano /etc/named/reverse_zone


Isikan syntak atau script berikut.
$TTL    86400
@   IN  SOA     tileksit.com. root.tileksit.com. (
                2018092501  ;Serial
                3600            ;Refresh
                1800            ;Retry
                604800          ;Expire
                86400           ;Minimum TTL
)

        IN  NS  ns1.tileksit.com.
@   IN  A   192.168.43.5
ns1     IN  A   192.168.43.5
50  IN  PTR     tileksit.com.
50  IN  PTR     blog.tileksit.com.

Simpan dan keluar.
Okeh, jika sudah selesai selanjutnya menambahkan nameserver pada resolv.conf
    #nano /etc/resolv.conf

lalu tambahkan nameservernya
Selanjutnya buka port dnsnya dengan firewall-cmd dengan mengetikan perintah berikut
    #firewall-cmd --add-service=dns --permanent
  #firewall-cmd --reload

Restart service named dan enable agar tetap running otomatis walaupun server sudah di restart.

Ok, sampai sini konfigurasi telah dilakukan semua, masuk ke tahap pengecekan dari semua konfigurasi. Untuk mengecek kita bisa gunakan perintah berikut.
    #nslokup tileksit.com

Jika benar maka akan terdeteksi nama domain yang mengarah ke ip server lokal kita. Lalu untuk mengecek live, silahkan install Web Server terlebih dahulu.
Dan coba dari sisi client, pastikan pada domain client mengarah ke ip lokal server kita. Jika semua benar, seharusnya web server kalian bisa di akses dengan menggunakan nama domain yang sudah kita konfigurasi di atas, seperti contoh berikut.
Selamat, konfigurasi dns sevver telah berhasil dan siap digunakan, selamat mencoba dan lakukan dengan teliti.
Thx, semoga bermanfaat.

Senin, 20 Juli 2020

Sharing Internet Via Wifi ke Lan

Hallo friend..
Kali ini w mau share cara untuk sharing koneksi internet dari Wifi ke Lan.

Jadi untuk kasusnya w konek dari wifi dan ingin sharing koneksi ke  PC yang tidak ada Adapter Wifinya, jadi harus pake kabel Lan. Langsung ke tutorial aja yaa..
Pertama pastikan device kalian konek pada wifi  
Setelah dipastikan konek langkah selanjutnya buka Control Panel > Network and Internet > Network Connections.
Klik kanan pada wifi adapter kalian dan pilih Properties
Setelah masuk klik pada tab sharing dan Ceklist checkbox dan pada bagian Home Network Connection arahkan pada adapter Lan atau Ethernet kalian, lihat gambar.
Klik OK, lalu akan muncul jendela notifikasi yang memberihu bahwa adapter Lan akan di set IP untuk sharingnya, tekan Yes saja.
Jika berhasil akan ada tulisan Shared pada adapter wifi kalian, silakan colokan kabel Lan pada Ethernet kalian dan colok juga ke Clientnya. 
 Akan dapat Range IP baru hasil dari sharing.
Ok, kira-kira begitu, jika semua benar seharusnya pc client sudah dapat akses internet.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Thx..