Minggu, 28 Februari 2021

Cloud Computing dan Revolusi Industri 4.0

Assalamualaikum.

Kali ini kita akan membahas sedikit tentang Revolusi Industri dan Cloud Computing. Sebelum lebih jauh ke pembahasan Cloud Computing kita akan mencoba untuk mengulas sedikit mengenai Revolusi Industri. 

 

Revolusi Industri 4.0

Istilah ini tentu tidak asing bagi mereka yang sudah bergelut dalam dunia teknologi, istilah Revolusi Industri ini sebenarnya mengarah pada tren pertukaran data yang sudah merambah pada dunia industri atau pabrik. Kini kita telah sampai pada Revolusi Industri 4.0 dan dengan adanya Revolusi terhadap dunia industri tentu sangat mempengaruhi dan sangat berdampak besar bagi banyak bidang baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Tidak bisa dipungkiri bahwa kini teknologi berkembang sangat pesat, banyak teknologi-teknologi baru bermunculan dan tidak sedikit pula profesi yang mulai digantikan oleh robot atau dikenal dengan istilah Digitalisasi. 

Dalam Revolusi Industri 4.0 memiliki lima teknologi utama sebagi dasar pengembangannya, yaitu: Internet of Things, Big Data, Artificial Intelligence, Cloud Computing dan Additive Manufacturing. Penulis tidak akan menjelaskan semua teknologi di atas, yang akan penulis singgung hanya teknologi Cloud Computing. 

 

Cloud Computing

Berikut pengertian Cloud Computing atau Komputasi Awan dari beberapa sumber:

"Cloud Computing is a model for enabling ubiquitous, convenient, on-demond network access to a shared pool of configurable computing resources (e.g., networks, servers, storage, applications, and services) that can be rapidly provisioned and released with minimal management effort or service provider interaction."nist

"Komputasi awan atau cloud computing adalah gbungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis Internet."wikipedia

Dari beberapa pendapat di atas, mungkin penulis dapat menarik kesimpulan bahwa sebenarnya Cloud Computing adalah sebuah komputer yang layananya dapat di akses darimana saja, kapan saja dan dimana saja selama perangkatnya bisa terhubung atau dapat terkoneksi dengan internet.

Menurut National Institute of Standards and Technology atau disingkat NIST, sebuah Badan Standarisasi Nasional Teknologi Amerika Serikat mengatakan bahwa setidaknya model cloud ini terdiri dari lima karakteristik penting, tiga model layanan, dan empat model penerapan. Mari kita bahas satu persatu karakteristik, model layanan dan model penerapanya.

 

Karakteristik Cloud Computing 

  1. On-demand Self Service 
    Cloud Computing memungkinkan pengguna untuk mengkonfigurasi sendiri layanan komputasi sesuai dengan kebutuhan.

  2. Broad Network Access
    Cloud
    Computing harus bisa di akses darimana saja dan kapan saja menggunakan perangkat yang memungkinkan.

  3. Resource Pooling
    Cloud Computing harus bisa diakses oleh banyak orang secara bersamaan atau banyak pengguna sekaligus.

  4. Rapid Elasticity
    Cloud Computing harus fleksibel dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, disaat user inginkan updrade maupun downgrade maka dalam waktu yang singkat bisa di lakukan

  5. Measured Service
    Cloud Computing akan menyediakan informasi mengenai besarnya penggunaan unit komputasi yang dipakai oleh pelanggannya, dan pelanggan hanya membayar berdasarkan besarnya penggunaan. 

     

Model Layanan Cloud Computing

  • SaaS (Software as a Service)

Pada layanan jenis ini user tidak perlu mengelolah atau mengontrol infrastruktur cloud yang mendasarinya seperti jaringan, server, sistem operasi atau penyimpanan, artinya user langsung pakai tanpa perlu konfigurasi.

  • PaaS (Platform as a Service)

Pada layanan jenis ini user juga tidak mengontrol infrastruktur cloud, tetapi memiliki kendali atas aplikasi yang diterapkan dan mungkin pengaturan konfigurasi untuk lingkungan hosting aplikasi saja.

  • IaaS (Infrastructure as a Service)

Pada layanan jenis ini user disediakan processing, storage, network dan sumber daya komputasi fundamental lainnya di mana user dapat menjalankan software sesuai kebutuhan, yang dapat mencakup sistem operasi dan aplikasi, sederhananya user menyewa komputer virtual.  

 

Model Penerapan Cloud Computing

  1. Private Cloud
    Private Cloud ini disediakan untuk pengguna pribadi, seperti perusahaan atau organisasi. Private Cloud ini bisa dimiliki, di kelola dan di operasikan oleh sendiri, perusahaan atau bahkan pihak ketiga yang mungkin ada di dalam atau di luar lokasi.
  2. Community Cloud
    Community Cloud biasa di gunakan oleh dua organisasi atau lebih yang memiliki hubungan kerjasama atau memiliki visi yang sama, sehingga mempermudah untuk berkolaborasi serta mengelola data bersama.
  3. Public Cloud
    Public Cloud disediakan untuk penggunaan terbuka oleh masyarakat umum. dioperasikan oleh bisnis, akademisi, atau organisasi pemerintah, atau kombinasi dari mereka.
  4. Hybrid Cloud
    Hybrid Cloud adalah kombinasi anatara dua model penerapan cloud atau lebih, singkatnya gabungan antara Private, Community dan public cloud.

 

Kesimpulan dan Penutup 

Berdasarkan pemamparan materi di atas, penulis menyimpulkan bahwa untuk Sukses Go Digital dengan Teknologi Cloud Computing pada era revolusi industri memerlukan teknologi muthakir. Di tengah persaingan bisnis global yang ketat, artinya perusahaan atau UMKM kini tidak lagi bersaing secara lokal saja melainkan seluruh dunia dengan adanya internet. Maka teknologi Cloud Computing adalah pilihan yang tepat untuk digitalisasi, media promosi, pemasaran atau bahkan sistem aplikasi manajemen. Untuk itulah Idcloudhost hadir sebagai Cloud Provider Indonesia yang menyediakan berbagai layanan seperti Cloud Hosting, Cloud VPS, Email Solution, Domain dengan Support Costumer Service 24/7 yang siap melayani untuk kebutuhan bisnis anda.

Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.
Terima Kasih. 

Banner Blog Competiotion 320x320

 

Referensi:

Share this article on :

0 komentar:

Posting Komentar